Weekend News
Hari pertama di bulan September. Sabtu ini maunya seh gak kemana-mana. Tapi ternyata umi ngajak belanja. Wedeh, entah karena orang-orang udah gajian atau karena menjelang puasa ya, karena pasar ruame buanget. Kita gak berdua gak lama-lama belanjanya, just in a few hours. Hari ini ada beberapa kejadian luar biasa, I think.
Pertama, sewaktu kita dalam perjalanan ke pasar, di angkutan umum ada 2 ibu lagi diskusi tentang pergaulan anak muda zaman sekarang. Mereka khawatir banget dengan kondisi tayangan-tayangan sinetron tv sekarang (definitely i agree). Moso ada aja sinetron sekarang yang menceritakan tentang anak SD jatuh cinta. “Aduh saya jadi takut anak-anak saya ikut-ikutan”. Plus kemewahan yang tiada henti-hentinya, anak sekolah aja udah pake asesoris, mobil mewah, dan kosmetik. Malahan anak muda zaman sekarang kayaknya gak gaul klo gak dugem (mengenaskan).
Kedua, di keluargaku jam makan malem biasa digunakan ajang ngumpul sembari diskusi about everything. And then, tiba-tiba membahas tentang :
Abah : Dina, kamu klo taruh sepatu jangan disitu dong. Langsung ke belakang ya (maksudnya rak sepatu).
Dina : Loh, memangnya klo ditaruh disitu mengganggu ya ? (tanpa bermaksud membantah abah). [Aku cuma menyampaikan argumenku. Karena kupikir gak ada yang salah dengan semua itu. Aku juga bukan cewek sembrono yang sembarangan meletakkan barang-barang. Jadi setiap pulang kerja, sepatu itu langsung aku letakkan di deket pintu samping rumah dan diletakkan paling pojok. Aku mikir seh dari segi efisiennya aja, jadi setiap mo berangkat kerja sepatu itu mudah aku jangkau, gak perlu ke belakang lagi. Lagipula sepatu itu aku taruh bukan di pintu depan, dimana orang luar atau tamu bisa lihat. Jadi menurutku cukup logis lah].
Abah : (seperti biasa, dengan gaya bijaknya) Bukan begitu, maksud abah, ubahlah kebiasaanmu. Semua hal kan tergantung kebiasaan. Klo kamu biasa taruh di belakang, ya gak akan repot koQ. Lagipula belajarlah disiplin. Masyarakat Jepang maju karena 5S (in Japanese, aku gak inget satu-satu J) salah satunya adalah disiplin. Manusia akan semakin dihargai jika punya kelebihan.
Dina : (ngangguk-ngangguk tanda setuju). Oke, I’ll practice.
Ketiga, barusan aku lihat reality show di MetroTv, Three Wishes (the first time i show). Dari judulnya aja udah bisa ditebak lah ya. Acara ini diprakarsai oleh Amy Grant dan Ameriquest. Jadi ceritanya, Amy Grant and her team pergi ke salah satu kota kecil di USA, Sonora. Mereka dirikan tenda besar disana selama 1 minggu. Di hari pertama, Amy Grant and her team mendengarkan impian semua penduduk Sonora yang datang ke tenda itu. Macem-macem deh impian mereka. Nah, dari impian itu dipilih 3 impian yang sekiranya benar-benar sangat membutuhkan dan Amy Grant and her team berusaha sungguh-sungguh untuk menjadikannya kenyataan. Owh beruntung banget aku bisa tonton acara ini, it was touching. Trus impian yang terpilih :
A, anak perempuan SD yang mengalami kecelakaan mobil beberapa waktu lalu dan otak kepalanya ndelesep ke dalem sampe kepalanya harus pake helm supaya aman. Hidungnya bengkok ke kiri. Giginya hancur sampe dia harus pake behel. Sebelumnya anak ini aktif banget di olahraga. Setelah kecelakaan itu otomatis dia gak bisa apa-apa lagi. Orangtuanya udah berusaha semaksimal mungkin.
Nah Amy Grant and her team membantu keluarganya. Selanjutnya si anak diperiksakan ke dokter bedah, apa wajah dan kepalanya bisa dioperasi. 3 bulan kemudian anak ini dioperasi dan berhasil. 5 bulan kemudian dia gak perlu pake helm lagi, bisa kembali sekolah, dan beraktifitas normal seperti biasanya. Sementara orang tuanya dapet bantuan untuk melunasi hutang-hutangnya selama proses penyembuhan anaknya sebelum ini. Oya, di belakang rumah mereka juga dibuatin satu rumah besar untuk anak ini yang di dalemnya ada kolam renang, berbagai macam permainan, laptop untuk sekolah musim panas, dan alat terapi.
B, anak laki-laki umur 13 tahun yang ingin memberi sesuatu untuk ayah tirinya. Anak ini ditinggal ayah kandungnya sejak umur 6 tahun. Dia merasa kehilangan banget, sosok idola sekaligus sahabatnya. Tapi itu semua bisa tergantikan oleh ayah tirinya. Ayah tirinya rela menjual truknya untuk membantu perekonomian anak ini dan ibu kandungnya.
Amy Grant and her team membantu dengan memberi truk Ford baru, dapet tiket gratis nonton softball, dan si anak ini dapet pengesahan dari kehakiman setempat untuk diangkat sebagai anak adopsi oleh ayah tirinya (semacam peraturan di USA klo anak tiri teteup harus punya surat adopsi walaupun ibu kandungnya masih hidup).
C, penduduk Sonora gak punya lapangan softball yang qualified. Mereka ingin punya lapangan baru dimana atlet-atletnya bisa berlatih tanpa cedera akibat lapangan yang gak kondusif.
Amy Grant and her team menjadikannya kenyataan. Salah satu tim Amy Grant menemui CEO yang memproduksi rumput hijau dengan kualitas terbaik dan aman. Akhirnya lapangan softballnya benar-benar menjadi luar biasa. Alhasil penduduk Sonora bangga banget dengan tim softball dan lapangannya.
Dan banyak lagi impian-impian kecil yang dijadikan kenyataan oleh mereka.
Well, itu ajah cerita Sabtu ini. Semua pengalaman hari ini spesial bagiku. 10:58 PM, I’m so sleepy now.
wuaaaahhhhsssssttttt….
Zzzzzzzz…J
My Self |