Si Om & mbak Yu
Aku rasa berita ini memang patut aku dedikasikan dalam blog ini mengingat kejadian ini langka sekali (koQ gak nyambung yeeee).
Kemarin siang (Rabu 29/08/07, 10:55 AM) dapet berita mengejutkan sekaligus menggembirakan. Oalah akhirnya si Om ini benar-benar bisa merasakan bahwa jodoh sudah diatur oleh Sang Gusti Allah. Lah iya lah ya, memang di dunia ini apa yang gak diatur oleh Sang Maha Hidup, Allah SWT.
Bahagiakah dia ???
So pasti, karena dia udah nunggu sang putri bangun dari tidurnya ini sejak berpuluh-puluh tahun yang lalu (hiperbolis amat yak). Semua usaha dan cara dia kerahkan hingga perutnya membuncit dan kepalanya agak-agak botax (lagi-lagi hiperbolis) tak sabar menunggu si putri cinderella bangun dari mimpinya.
Cerita sedikit neh ya awal pertemuan si Om dengan mbak Yu. Jadi menurut si mama (ibune si Om) mereka kenal sekitar 1 minggu sebelum akhirnya si Om memberanikan diri melamar mbak Yu ke Camer (hehehe…berani juga neh ya si Om). Bermodalkan kekuatan dari Gusti Allah serta dukungan dari keluarga Oldaol. Menurut pengakuan si Om, ini lebih menegangkan dibandingkan ketika melamar kerja (lah iya lah Om, moso mbak Yu dibandingkan dengan kerjaanmu sebagai tukang listrik. Piye to).
Apa yang membuat si Om berani melamar mbak Yu ???
Ketika pertama kali melihat mbak Yu, ada perasaan yang sangat kuat menyatakan bahwa she’s the one and only one. Kan memang seperti yang aku tulis diatas, bahwa dia usaha mati-matian banget untuk menemukan cinderella yang bangun dari tidurnya. Di setiap sholatnya, Om memohon jika memang bertemu dengan jodohnya, mohon diberi ‘tanda’, sign of click. Dan setelah bertemu mbak Yu ini, Om masih terus menerus istikharah sampai diberi kekuatan dan kenyataan, apakah ini benar-benar akan menjadi nyata atau hanya cerita lalu sajah. Ealah makbedungdung, ternyata gayung bersambut.
Trus…Trus…bagaimana selanjutnya ???
Ya tinggal kita tunggu aja due date nya, Insya Allah November 2007.
ps :
X : Sek…Sek…Kenapa bapak itu dipanggil Om ?.
D : Ya karena memang dia cocoknya dipanggil seperti ituh. Lah situh kenapa panggil dia bapak ?.
X : Ya karena dia lebih cocok dipanggil bapak daripada dipanggil Om.
Wuakakakakakkk….
(Yup, sepertinya memang lebih tepat dipanggil seperti itu. Kabuuuuuuuuuuuurrrr ah).
Barabas Mily |
plis deh…
ntar kl ada PH yg mo bikin sinetronnya jgn di ijinin din…